JAKARTA - Info terbaru dan cara cek bansos BPNT tahap 1 2026 Rp600.000 yang sudah cair. Pemerintah telah mencairkan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako 2026 tahap 1 sejak Februari 2026.
Penerima bansos BPNT akan memperoleh Rp200.000 per bulan. Pencairan dilakukan tiga bulan sekaligus, sehingga masyarakat mendapatkan Rp600.000.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan penyaluran bansos kuartal pertama 2026 ditargetkan rampung sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Bansos ini termasuk BPNT, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) serta bansos adaptif bagi daerah terdampak bencana.
"Pokoknya Februari ini mudah-mudahan sudah bisa disalurkan semua. Sebelum Lebaran sudah selesai semua, mudah-mudahan," ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (18/2/2026) malam.
Gus Ipul mengatakan bahwa pada kuartal I-2026 yakni Januari, Februari, dan Maret, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk seluruh Indonesia. Anggaran tersebut mencakup bansos reguler dan bansos kebencanaan.
Jika merujuk pencairan bansos tahun lalu, maka penyaluran bansos 2026 dilakukan secara empat tahap di antaranya:
Bansos tahap 1 : Januari, Februari, Maret
Bansos tahap 2 : April, Mei, Juni
Bansos tahap 3 : Juli, Agustus, September.
Bansos tahap 4 : Oktober, November, Desember
Pengecekan status penerima bansos bisa dilakukan dengan mudah melalui ponsel. Masyarakat hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memanfaatkan Aplikasi Cek Bansos atau situs resmi milik Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya:
1. Unduh "aplikasi Cek Bansos" melalui Play Store atau App Store.
2. Buka aplikasi, kemudian pilih menu “Cek Bansos” pada halaman utama.
3. Isi data wilayah domisili secara lengkap, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa.
4. Masukkan nama lengkap sesuai yang tercantum di KTP.
5. Selesaikan verifikasi keamanan (captcha) atau soal matematika sederhana.
6. Tekan tombol “Cari Data” untuk menampilkan hasil pencarian.
7. Apabila nama Anda tercatat sebagai penerima, sistem akan menampilkan informasi jenis bantuan serta status pencairannya. Namun, jika tidak terdaftar, akan muncul notifikasi bertuliskan “Tidak Terdapat Peserta/PM”.
Sementara itu, untuk melakukan pengecekan melalui situs resmi Kementerian Sosial, Anda bisa langsung mengunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id dan memasukkan data sesuai identitas di KTP.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka situs resmi di https://cekbansos.kemensos.go.id
2. Isi data wilayah tempat tinggal termasuk Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan
3. Kemudian isi nama lengkap sesuai KTP.
3. Masukkan kode captcha yang muncul di layar, kemudian klik tombol “Cari Data”.
4. Setelah itu, sistem akan menampilkan hasil pencarian yang berisi informasi status kepesertaan bantuan sosial Anda.
Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penuyalura bansos. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengetahui posisi desil kesejahteraan hanya dengan NIK KTP, baik secara online maupun offline.
Masyarakat dapat mengecek status desil tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store atau App Store
- Daftar akun dengan NIK, KK, dan data sesuai KTP
- Unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi
- Login dan cek status desil DTSEN
Aplikasi ini menampilkan data seluruh anggota keluarga dalam satu KK.
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode keamanan dan klik Cari Data
- Jika data tersedia, sistem akan menampilkan status kesejahteraan berdasarkan DTSEN
Bagi warga yang tidak memiliki akses internet, pengecekan bisa dilakukan dengan datang ke:
- Kantor Desa atau Kelurahan
- Bawa KTP dan Kartu Keluarga. Petugas akan membantu mengecek status desil sesuai data DTSEN
(Dani Jumadil Akhir)