Izin Freeport Diperpanjang, Bahlil Pastikan RI Kuasai 63 Persen Saham

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 21 Februari 2026 10:36 WIB
Izin Freeport Diperpanjang, Bahlil Pastikan RI Kuasai 63 Persen Saham (Foto: BPMI Setpres)
Share :

Tingkatkan Cadangan Baru 

Perpanjangan izin Freeport di Papua, menjadi upaya untuk eksplorasi cadangan baru, sekaligus strategi peningkatan pendapatan negara dan menjaga keberlanjutan produksi. Bahlil mengatakan hal ini juga seiring dengan perkiraan puncak produksi Freeport yang akan terjadi pada tahun 2035.

“Secara kebetulan, puncak produksi Freeport itu puncak-puncaknya 2035. Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat tembaga, yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900 ribu lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas,” kata Bahlil.

“Oleh karena tahun 2035 adalah puncaknya (produksi), maka kita berpandangan bahwa penting untuk kita mencari solusi dalam rangka eksistensi dan keberlanjutan usaha di Timika, di Papua,” ujar dia.

Menteri ESDM menambahkan, pemerintah Indonesia, MIND ID, dan Freeport juga telah melakukan komunikasi intens terkait skema perpanjangan izin tersebut.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya