Salah satu poin krusial dalam koordinasi tahun ini adalah kesepakatan mengenai mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch). Langkah ini dilakukan untuk mengelola integritas pasar dan memastikan transparansi.
"Pelaksanaan transaksi debt switch SBN dengan Pemerintah tahun 2026 direncanakan sesuai dengan jumlah SBN yang jatuh tempo tahun 2026 sebesar Rp173,4 triliun dan dilakukan secara bertahap terhadap SBN yang dimiliki Bank Indonesia dengan setelmen sebelum jatuh tempo," tulis keterangan resmi bersama itu.
Kedua lembaga menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan dan pembelian SBN akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku.
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan harga-harga di pasar, sehingga menciptakan fondasi ekonomi yang kuat untuk jangka panjang.
Kemenkeu dan BI akan terus berkoordinasi secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika perkembangan ekonomi dan pasar keuangan, baik di level domestik maupun internasional.
(Dani Jumadil Akhir)