5 Fakta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up dari India Jadi Sorotan

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 23 Februari 2026 09:03 WIB
PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105 ribu unit mobil pick-up dari India. (Foto: Okezone.com/Carry)
Share :

4. Siap Dipenuhi Industri Dalam Negeri

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan pabrikan otomotif dalam negeri mampu memproduksi kendaraan pick-up ratusan ribu unit per tahun. Penekanan ini muncul menyusul rencana impor 105.000 unit pikap dan truk yang dilakukan BUMN Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional logistik Koperasi Merah Putih.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menekankan bahwa saat ini ada 61 anggota organisasi dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Produksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up pun selama ini telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, antara lain:

PT Suzuki Indomobil Motor

PT Isuzu Astra Motor Indonesia

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor

PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)

PT Sokonindo Automobile (DFSK)

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

PT Astra Daihatsu Motor

"Secara keseluruhan, anggota GAIKINDO memiliki kapasitas produksi pick-up lebih dari 400.000 unit per tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal," kata Putu.

5. Kata Menperin

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan produksi kendaraan pick-up dengan kapasitas signifikan sekitar 1 juta unit per tahun. Produsen kendaraan pick-up antara lain:

PT Astra Daihatsu Motor

PT Isuzu Astra Motor Indonesia

PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia

PT Suzuki Indomobil Motor

PT SGMW Motor Indonesia

PT Sokonindo Automobile

“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pick-up nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” tegas Menperin.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa standar dan kualitas kendaraan pick-up (4x2) produksi dalam negeri sangat kompetitif dibanding produk impor. Selain itu, produk lokal mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur jalan yang beragam. Kendaraan niaga produksi dalam negeri juga diterima baik oleh masyarakat dan pelaku usaha karena performanya andal dan mampu melayani distribusi serta mobilitas barang.

Namun, Menperin mengakui bahwa Indonesia belum memproduksi tipe kendaraan pick-up penggerak empat roda (4x4) khusus untuk medan sangat berat, seperti di daerah tambang dan perkebunan. Ia menegaskan bahwa dari sisi efisiensi ekonomi, biaya perawatan kendaraan 4x4 relatif lebih mahal, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual terbatas, serta harga jual kembali rendah dibanding kendaraan pick-up 4x2 produksi lokal

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya