Lonjakan minat investasi masyarakat Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan jumlah investor saham domestik yang terus mencetak rekor baru. Di tengah volatilitas perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), investor lokal mulai melirik saham Amerika Serikat sebagai alternatif diversifikasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Nanovest sebagai platform investasi aset digital yang menyediakan akses saham Amerika Serikat menghadirkan koleksi saham AS yang komprehensif dalam satu aplikasi. Langkah ini memungkinkan investor membangun portofolio global secara lebih praktis.
Investment Expert Jason Nathanael menjelaskan, strategi investasi ke depan bukan lagi sekadar memilih satu aset terbaik, melainkan mengombinasikan beberapa instrumen dengan peran berbeda.
“Portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengombinasikan beberapa peran aset. Aset pertumbuhan menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli. Investor muda justru punya keunggulan waktu, sehingga strategi seimbang sejak awal akan jauh lebih berdampak dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global dan menunggu kepastian kebijakan domestik, strategi investasi aman bagi pemula dan milenial pada 2026 adalah memahami profil risiko, melakukan diversifikasi aset, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuangan jangka panjang.
(Feby Novalius)