Sementara itu, impor tercatat sebesar USD21,20 miliar atau naik 18,21 persen (yoy). Kenaikan impor dinilai positif karena didominasi bahan baku dan barang modal, yang menandakan aktivitas investasi dan produksi di dalam negeri tengah meningkat.
Meski indikator ekonomi domestik menunjukkan tren positif, pemerintah tetap memberi perhatian khusus terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 yang berujung pada penutupan Selat Hormuz menjadi risiko utama bagi rantai pasok energi global.
Febrio menekankan gangguan pasokan minyak bumi dan volatilitas pasar keuangan global dapat menekan kinerja ekonomi melalui peningkatan biaya logistik.
"Pemerintah terus memantau secara cermat dinamika geopolitik global serta berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional," pungkas Febrio.
(Feby Novalius)