Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri MICE Bidik Kontribusi Devisa Naik Jadi 15%

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2026 |18:07 WIB
Industri MICE Bidik Kontribusi Devisa Naik Jadi 15%
Industri Mice (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Industri Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Selain mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, penyelenggaraan berbagai pameran, konferensi, dan forum internasional juga memberikan dampak berantai terhadap industri perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah menargetkan kontribusi devisa sektor MICE meningkat dari sekitar 10 persen menjadi 15 persen pada 2029. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan ekosistem penyelenggaraan event, peningkatan daya saing destinasi, serta perluasan manfaat ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kinerja industri MICE sendiri menunjukkan tren positif. Hingga September 2025, Indonesia berhasil menyelenggarakan 134 event nasional yang menarik sekitar 10,8 juta pengunjung. Di tingkat global, Indonesia kini menempati peringkat ke-37 dunia dan posisi keempat di kawasan ASEAN sebagai destinasi penyelenggaraan MICE.

Peluang ekonomi tersebut semakin besar setelah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Forum internasional ini diperkirakan menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara.

General Manager ICE BSD, Siti Karmila, mengatakan penunjukan tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan forum berskala global.

"Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan sekaligus pengakuan terhadap standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar venue, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi global yang mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan," ujarnya.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan event internasional diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect). Ribuan delegasi yang datang akan meningkatkan tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi makanan dan minuman, hingga transaksi di sektor ritel dan jasa lainnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement