Untuk 2026, perusahaan menargetkan produksi emas dari tambang Pani antara 110.000–115.000 ons. Selain itu, pembangunan fasilitas carbon in leach (CIL) sedang dipercepat untuk mendampingi sistem operasi heap leach, sehingga kapasitas produksi emas diharapkan bisa mencapai 500.000 ons per tahun.
Dari sisi sumber daya, EMAS melaporkan cadangan bijih emas di Pani mencapai 190,3 juta ton, menyimpan sekitar 4,8 juta ons emas hingga kuartal IV 2025. Lonjakan cadangan ini mendukung keberlanjutan operasi tambang Pani dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, total dana yang dialokasikan untuk konstruksi dan tahapan praproduksi open-pit heap leach mencapai sekitar USD238 juta. Anak usaha EMAS juga memperoleh fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility/RCF) senilai USD350 juta dengan tenor 60 bulan, yang didukung sindikasi perbankan lokal maupun internasional.
(Feby Novalius)