JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Dia mengatakan bahwa Pemerintah telah menghitung kekuatan cadangan pangan nasional dengan mempertimbangkan perkembangan situasi global maupun adanya potensi gangguan iklim.
"Alhamdulillah setelah kami menghitung kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia," ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Dia juga menyebut cadangan pangan nasional diperkirakan dapat bertahan hingga 324 hari atau hampir 11 bulan. Cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari stok pemerintah hingga produksi di tingkat petani.
Menurutnya, cadangan tersebut terdiri dari stok Bulog sekitar 3,7 juta ton, cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) lebih dari 12 juta ton, serta potensi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan atau standing crop sekitar 10-11 juta ton.
Selain itu, produksi pangan nasional juga terus berjalan setiap bulan. Amran menjelaskan produksi pangan Indonesia berada pada kisaran 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan.
"Jadi insya Allah pangan aman," tegas Amran.