Distribusi Barang Konsumsi Meningkat, Kapasitas Angkutan Kontainer Kereta Naik 67 Persen

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 21:21 WIB
Peningkatan distribusi barang konsumsi mendorong penambahan kapasitas angkutan kontainer. (Foto: Okezone.com/KAI Logistik)
Share :

JAKARTA – Peningkatan distribusi barang konsumsi mendorong penambahan kapasitas angkutan kontainer pada layanan kereta logistik di rute Jakarta–Surabaya sejak 20 Februari 2026. Frekuensi perjalanan ditingkatkan dari dua kali menjadi enam kali per minggu sehingga kapasitas angkut naik sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs menjadi 3.000 TEUs per bulan, guna mendukung kelancaran distribusi sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan manufaktur.

PT Kereta Api Logistik pun meningkatkan kapasitas angkut kontainer, khususnya pada rangkaian KA. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor FMCG.

Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan perusahaan melihat tren permintaan angkutan kontainer yang terus bertumbuh, khususnya dari pelaku industri FMCG dan manufaktur.

“Oleh karena itu, sejak 20 Februari 2026 lalu kami meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu. Dengan penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan,” ujar Fahdel, Sabtu (7/3/2026).

Dia menjelaskan bahwa penyesuaian kapasitas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile rantai pasok nasional.

“Peningkatan layanan ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan. Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri,” tambahnya.

Data internal KAI Logistik mencatat bahwa sepanjang 2025 perusahaan membukukan pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Tren tersebut juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026 yang menyampaikan ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian 2024. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk pada sektor barang konsumsi.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya