"Pertama, sepanjang 2025 harga emas naik signifikan sebesar 64 persen dengan 53 all-time highs. Kedua, all-time high tercatat USD4.550 per ounce pada 26 Desember 2025. Ketiga, rata-rata harga sekitar USD3.431 per ounce, dan keempat, pembelian emas oleh bank sentral mencapai sekitar 863 ton," katanya.
Beberapa sentimen yang menjadi pendorong kenaikan emas pada 2025, yaitu tiga kali pemangkasan suku bunga dengan total 75 basis poin melalui keputusan FOMC, konflik Timur Tengah (Israel–Iran), perang AS–Ukraina, serta ketegangan AS–China. Selain itu, total pembelian emas oleh bank sentral hanya mencapai sekitar 863 ton, lebih rendah dibanding periode 2022–2024. Pergerakan dolar AS yang cenderung volatil, dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga, turut meningkatkan alokasi ke emas.
"Hal ini memberikan gambaran bahwa kombinasi faktor makro dan geopolitik mendorong reli emas sepanjang 2025,” ungkap Tiffani.
(Feby Novalius)