JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor melalui program Angkutan Motor Gratis dengan Kereta Api (Motis). Program ini diperkirakan dapat mengurangi sekitar 24.000 orang pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua di jalan.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar, mengatakan hitungan pengurangan tersebut berasal dari kuota pengangkutan motor yang disediakan pemerintah dalam program Motis dan saat ini telah terserap.
"Kalau kita tidak tahu persentasenya pasti, karena kita belum tahu pemudik yang menggunakan motor berapa. Tapi setidaknya dengan sekitar 11.900 kuota motor yang kita sediakan, berarti berkurang sejumlah itu di jalan," ujarnya saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, jika satu sepeda motor rata-rata digunakan dua orang, maka sekitar 24.000 orang dapat beralih dari perjalanan menggunakan motor ke moda transportasi kereta api, sambil membawa motornya dalam rangkaian kereta.
"Artinya kalau dikalikan satu motor dua orang, dalam satu keluarga berarti sudah sekitar 24.000 orang yang tidak menggunakan motor di jalan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi angka kecelakaan, khususnya untuk sepeda motor," katanya.
Menurut Arif, tujuan utama program Motis adalah untuk mengurangi pemudik yang menggunakan sepeda motor karena memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh seperti pada periode Lebaran.
Ia menambahkan, banyak pemudik tetap membutuhkan sepeda motor saat tiba di kampung halaman. Karena itu, Motis memungkinkan masyarakat tetap membawa motornya tanpa harus mengendarainya selama perjalanan mudik.
"Tujuan kita mengurangi sepeda motor, bukan mengurangi orang mudik. Teman-teman yang menggunakan sepeda motor ini masih memerlukan motornya di kampung. Daripada mereka membawa sendiri, kita kurangi jumlah yang membawa motor dengan menyelenggarakan Motis," jelasnya.