JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan BBM dan LPG jelang Lebaran 2026. Hal ini mengingat momentum Lebaran diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas dan ekonomi masyarakat.
”Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Makanya, Pertamina juga harus bersiap,” kata Ketua YLKI Niti Emiliana di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Niti mencontohkan, langkah Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG. Dalam pandangan YLKI, langkah tersebut sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Apalagi, kata Niti, sebagian besar SPBU dan agen LPG tersebut harus beroperasi 24 jam.
”Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ungkap Niti.
Meski demikian, Niti menyebut beberapa catatan. Pertama, Pertamina harus memastikan distribusi merata, terutama di jalur-jalur mudik; Kedua, melakukan pengawasan terhadap kualitas dan takaran; Dan ketiga, siap tanggap atas aduan atau keluhan konsumen.
Selain itu, Niti juga berharap agar dalam kondisi geopolitik seperti sekarang, Pemerintah dan Pertamina bisa terus menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan. “Jadi, bukan hanya saat momentun Lebaran saja,” ujarnya.
YLKI menyebut Pertamina mampu menjaga pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat. Termasuk melalui pengoperasian Satgas Ramadan dan Idulfitri, yang bertugas 9 Maret-1 April 2026 di seluruh Indonesia. Selain itu, keberadaan Satgas Ramadan dan Idulfitri juga dinilai bisa menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat.
“YLKI menilai, pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri oleh Pertamina merupakan langkah yang baik dan positif,” kata Niti.
Sebagai perhelatan rutin, Niti sependapat, Pertamina tentu sudah mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri sebaik mungkin. Karena itu dia meyakini, seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun BUMN energi tersebut bisa menjaga stok pasokan BBM dan LPG dengan baik.
Tidak hanya upaya menjaga pasokan dan distribusi energi. Terkait layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina di SPBU, Niti juga menilai positif. Dengan total 43 titik yang tersebar di berbagai rest area tol, non-tol, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, Niti menyebut bahwa Serambi MyPertamina sangat istimewa.
Mengapa? Karena menurut Niti, pemudik bisa beristirahat sambil menikmati berbagai fasilitas yang disediakan di Serambi MyPertamina. Antara lain musola, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, makan dan minum gratis, dan bahkan tukang cukur.
“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layananan tambahan yang lebih istimewa untuk konsumen. Konsumen bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, seperti cek kesehatan, kursi pijat, dan sebagainya,” ujar Niti.
Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026. guna memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadan hingga lebaran. Satgas bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Pertamina juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah. Selain itu, juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by sebanyak 200 unit, dan 41 unit Serambi MyPertamina
(Dani Jumadil Akhir)