JAKARTA - Musim mudik Lebaran 2026 membawa berkah tersendiri bagi para porter di Stasiun Pasar Senen. Lonjakan jumlah penumpang membuat jasa angkut barang semakin dibutuhkan, sehingga pendapatan porter meningkat dibanding hari biasa.
Salah seorang porter senior, Khamid, mengaku telah bekerja di Stasiun Pasar Senen sejak 1999. Selama periode arus mudik, ia dapat membantu sekitar 10 hingga 15 penumpang setiap hari.
“Kalau musim mudik seperti sekarang, ya sekitar 10 sampai 15 orang bisa,” ujar Khamid saat diwawancarai pada Kamis (19/3/2026).
Menurut Khamid, pendapatannya selama musim mudik meningkat cukup signifikan.
Dia menyebut kenaikannya mencapai hampir 50 persen dibandingkan hari biasa.
“Ya hampir 50 persen, berkah," tuturnya.
Untuk tarif jasa porter sendiri, Khamid menjelaskan bahwa layanan langsung atau offline tidak memiliki tarif baku karena menyesuaikan kesepakatan dengan penumpang.
Namun, bagi pengguna layanan digital e-Porter, tarif resmi ditetapkan sebesar Rp38.000.
Selain pendapatan utama dari jasa angkut, porter juga kerap menerima tip dari penumpang.
Menurut Khamid, pemberian tip selama musim mudik berlangsung cukup lancar.
"Insyaallah (tips) lancar," ujarnya.
Meski tetap sibuk bekerja saat puncak arus mudik, Khamid mengaku tetap akan menyempatkan pulang kampung.
Dia berencana mudik pada malam takbiran dan hanya berada di kampung halaman selama dua hari sebelum kembali bekerja.
(Taufik Fajar)