Meskipun dunia sedang dibayangi ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-AS, pemerintah meyakini fundamental ekonomi domestik tetap kokoh. Kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM saat ini menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat selama masa Lebaran.
“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimistis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Haryo.
Dengan pergerakan masyarakat yang diprediksi melampaui catatan tahun 2025 (154,62 juta orang), momentum mudik tahun ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Feby Novalius)