Merespons ancaman Trump, juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari, mengancam balik AS.
“Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, semua infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan fasilitas desalinasi air, milik AS dan rezim di wilayah tersebut akan menjadi sasaran sesuai dengan peringatan sebelumnya,” kata juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari, menurut media pemerintah, melansir Reuters, Senin (23/3/2026).
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan kembali pernyataannya, menulis di X bahwa infrastruktur penting dan fasilitas energi di Timur Tengah dapat "hancur secara permanen" jika pembangkit listrik Iran diserang.
Sementara itu, Media Iran mengutip perwakilan negara itu untuk Organisasi Maritim Internasional yang mengatakan selat tersebut tetap terbuka untuk semua pelayaran kecuali kapal yang terkait dengan "musuh Iran".
Ali Mousavi mengatakan, pelayaran melalui jalur air tersebut dimungkinkan dengan mengoordinasikan pengaturan keamanan dan keselamatan dengan Teheran.
Data pelacakan kapal menunjukkan beberapa kapal, seperti kapal berbendera India dan kapal tanker minyak Pakistan,berhasil melewati selat tersebut dengan aman. Namun, sebagian besar kapal tetap tertahan di dalam selat.
(Dani Jumadil Akhir)