Purbaya menjelaskan bahwa potensi penghematan ini berada di luar target efisiensi Rp80 triliun yang sebelumnya pernah disinggung oleh Mensetneg Prasetyo Hadi. Selain pada program MBG, pemangkasan anggaran juga akan diberlakukan secara proporsional kepada seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L).
"Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri," ujar Purbaya.
Sebagai informasi, anggaran program MBG pada tahun 2026 melonjak drastis menjadi Rp335 triliun, naik lebih dari lima kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,5 triliun.
Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN) hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.
Sementara, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2025 tentang APBN 2026, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp255,5 triliun (sekitar 76 persen) dialokasikan khusus untuk pembelian makanan, sementara sisanya digunakan untuk biaya operasional dan pendukung lainnya.
(Dani Jumadil Akhir)