Di tengah padatnya arus balik, ASDP juga mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” tutup Yossianis.
Di lapangan, suasana pelabuhan menggambarkan potret khas arus balik, keluarga dengan barang bawaan, anak-anak yang tertidur di kendaraan, hingga pengemudi logistik yang menunggu giliran. Meski padat, antrean tetap bergerak berkat pengaturan operasional yang disiplin.
ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman. Sementara itu, kendaraan logistik tetap dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan. “Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran, hingga 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.
(Dani Jumadil Akhir)