Menurut Morris, sistem pembayaran digital ini juga membantu meningkatkan efisiensi layanan di lapangan.
“Dengan sistem yang terintegrasi, waktu transaksi menjadi lebih singkat dan dapat mengurangi antrean di loket pembayaran,” katanya.
Selain itu, penggunaan QRIS Tap dinilai memberikan keuntungan dari sisi keamanan dan transparansi karena seluruh transaksi tercatat secara digital.
Penerapan metode ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan perpajakan daerah. Dengan proses yang lebih sederhana dan adaptif terhadap teknologi, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan.
Ke depan, penggunaan QRIS Tap berpotensi diperluas ke lebih banyak titik layanan seiring dengan evaluasi dan kesiapan infrastruktur.
(Feby Novalius)