Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Rp5,6 Triliun di 2025

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 02 April 2026 07:52 WIB
Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Rp5,6 Triliun di 2025 (Foto: Krakatau Steel)
Share :

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) meraih laba bersih sebesar USD339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun pada 2025. KRAS mampu mencatatkan pembalikan kinerja keuangan (financial turnaround) yang impresif pada 2025.

Pencapaian ini juga didorong oleh keberhasilan restrukturisasi utang, penguatan operasional, serta dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. Tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Sepanjang tahun 2025, Krakatau Steel berhasil membukukan pendapatan sebesar USD959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selain laba, struktur neraca Perseroan juga kian sehat dan kokoh dengan  mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).

 

Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas Perseroan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator bahwa Krakatau Steel kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," katanya.

Ke depan, Krakatau Steel memandang optimistis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis Perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya