Bahlil Teken 3 Kerja Sama RI-Korea, Pengembangan Nuklir hingga Mineral Kritis

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 02 April 2026 06:49 WIB
Bahlil Teken 3 Kerja Sama RI-Korea, Pengembangan Nuklir hingga Mineral Kritis (Foto: Setpres)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menandatangani tiga perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di sektor energi dan mineral, yang mencakup pengembangan energi bersih hingga teknologi nuklir.

Penandatanganan dilakukan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu (1/4), dan disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Tiga dokumen yang diteken berupa Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU), yakni kerja sama bidang energi bersih, Carbon Capture and Storage (CCS), serta mineral kritis.

Bahlil menyampaikan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua negara dalam memperkuat ketahanan energi di tengah potensi gangguan pasokan global.

“Kerja sama ini sangat penting bagi kedua negara dalam menghadapi kemungkinan risiko gangguan pasokan energi di kawasan,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (2/4/2026). 

Pada sektor energi bersih, kerja sama mencakup pengembangan berbagai teknologi, mulai dari energi terbarukan, nuklir, hidrogen, hingga sistem penyimpanan energi. Selain itu, kedua negara juga mendorong kolaborasi dalam efisiensi energi, pengembangan baterai, bioenergi, pengolahan sampah menjadi energi, hingga pengembangan jaringan listrik cerdas dan sistem energi untuk wilayah kepulauan.

 

Sementara itu, pada bidang CCS, Indonesia dan Korea Selatan sepakat mendorong implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, termasuk membuka peluang kerja sama lintas batas serta pengembangan proyek riset dan komersialisasi teknologi.

Adapun pada sektor mineral kritis, kerja sama difokuskan pada kegiatan survei dan studi geosains, pengolahan dan pemurnian, daur ulang, hingga penerapan standar lingkungan dan keberlanjutan. Kolaborasi juga mencakup penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta serta peningkatan investasi dan perdagangan mineral strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mendorong peningkatan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan meminta para menteri segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai.

Senada, Presiden Lee menyatakan komitmen Korea Selatan untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor, khususnya energi dan industri.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya