Sementara itu, pada bidang CCS, Indonesia dan Korea Selatan sepakat mendorong implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, termasuk membuka peluang kerja sama lintas batas serta pengembangan proyek riset dan komersialisasi teknologi.
Adapun pada sektor mineral kritis, kerja sama difokuskan pada kegiatan survei dan studi geosains, pengolahan dan pemurnian, daur ulang, hingga penerapan standar lingkungan dan keberlanjutan. Kolaborasi juga mencakup penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta serta peningkatan investasi dan perdagangan mineral strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mendorong peningkatan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan meminta para menteri segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai.
Senada, Presiden Lee menyatakan komitmen Korea Selatan untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor, khususnya energi dan industri.
(Dani Jumadil Akhir)