"Untuk sektor industri, tentu sulit menerapkan WFH. Justru industri harus tetap memacu produksinya. Namun, untuk fungsi back office, saya rasa memungkinkan diterapkan WFH, bahkan lebih dari satu hari jika diperlukan," katanya.
Penerapan kebijakan WFH menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan pemerintah Indonesia dalam menyikapi potensi keterbatasan energi akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Eskalasi konflik tersebut berdampak pada terganggunya sejumlah fasilitas energi di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, potensi gangguan di Selat Hormuz turut memengaruhi distribusi minyak dan gas global. Jalur ini merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia, termasuk bagi Indonesia yang masih bergantung pada distribusi melalui jalur laut tersebut.
(Feby Novalius)