JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo pun sudah mempunyai strategi demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Sebagai pengusaha yang didominasi UMKM, Hipmi harus berkontribusi terhadap target pertumbuhan 8 persen yang diusung Presiden Prabowo Subianto serta mensukseskan Asta Cita untuk Indonesia Emas 2045.
"Hipmi harus semakin relevan, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi anggota, UMKM, serta masyarakat luas," kata Wakil Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Ade Jona Prasetyo di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Langkah konkretnya, memastikan setiap kader Hipmi memiliki fondasi ekonomi yang nyata, baik dalam bentuk usaha, investasi yang sehat, maupun aset produktif yang memberikan nilai tambah. Dengan begitu, kaderisasi tidak hanya menghasilkan pemimpin organisasi, tetapi melahirkan pengusaha muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing
Menurutnya, Hipmi juga perlu mendorong anggotanya naik kelas, sehingga mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, upaya ini bisa membangun orientasi usaha yang lebih luas, bahkan perdagangan lintas negara.
"Dengan demikian, kader Hipmi diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha lokal, tetapi juga tumbuh sebagai pengusaha muda yang adaptif, berstandar, dan siap memasuki rantai nilai global," katanya.
Dia juga berupaya menjadikan Hipmi sebagai platform kekuatan ekonomi anak muda Indonesia yang terkoneksi, terkapitalisasi, dan mendominasi pasar digital maupun global.
Menurutnya, Hipmi bukan hanya sekadar organisasi, melainkan jaringan kekuatan ekonomi anak muda yang saling menguatkan. Sebab itu, Hipmi harus menjadi platform yang menciptakan perputaran usaha, permodalan, kolaborasi, dan ekonomi nyata bagi anggotanya.
"Pengusaha muda harus menjadi aktor utama di panggung Asta Cita yang diorkestrasi Presiden Prabowo Subianto," kata Jona saat mengambil formulir pendaftaran calon ketua umum (ketum) BPP Hipmi periode 2026-2029.
(Dani Jumadil Akhir)