Rupiah Lesu, Terkoreksi ke Rp17.104 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 10 April 2026 17:30 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini. Rupiah turun 14 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.104 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari eksternal, yakni meredanya ketegangan atas gencatan senjata dua minggu yang rapuh antara AS dan Iran, sementara Israel memberi sinyal potensi pembukaan diplomatik dengan menyatakan siap memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon sesegera mungkin.

“Lalu lintas kapal melalui selat tersebut berada jauh di bawah 10 persen dari volume normal pada hari Kamis meskipun ada gencatan senjata karena Teheran menegaskan kendalinya dengan memperingatkan kapal untuk tetap berada di perairan teritorialnya saat melakukan hal tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (9/4/2026).

Adapun Iran dan AS sepakat pada hari Selasa untuk gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan, tetapi pertempuran masih terjadi setelah pengumuman tersebut.

Para analis mengatakan Pakistan akan mencoba mendorong kesepakatan perdamaian yang lebih langgeng, tetapi mungkin kekurangan pengaruh yang dibutuhkan untuk memaksa pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut.

Selain itu, Iran ingin mengenakan biaya bagi kapal yang melewati selat tersebut berdasarkan kesepakatan perdamaian, kata seorang pejabat Teheran kepada Reuters pada 7 April. Para pemimpin Barat dan badan pelayaran PBB telah menolak gagasan tersebut.

Jalur penting untuk aliran minyak dan gas ini telah ditutup secara efektif oleh konflik yang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Sekitar 50 aset infrastruktur di Teluk telah rusak akibat serangan drone dan rudal selama hampir enam minggu sejak konflik dimulai, dan sekitar 2,4 juta barel per hari kapasitas penyulingan minyak telah dinonaktifkan, menurut JPMorgan.

Pasar sekarang menunggu data inflasi konsumen AS yang penting yang akan dirilis pada hari Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan Federal Reserve. Ekonom memperkirakan CPI utama akan meningkat karena lonjakan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.

Dari sentimen domestik, survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat pada Maret 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat 115,4, masih berada pada level optimistis (di atas 100), meski sedikit lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 115,9.

Bank sentral menjelaskan bahwa tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang naik menjadi 129,2, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 125,0.

Sementara itu, dua komponen lainnya masih berada di zona optimistis meskipun mengalami penurunan. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8, turun dari 110,7 pada bulan sebelumnya. Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods/IPDG) berada di level 109,2, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 112,0.

Kemudian, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia dan Pasifik akan melambat menjadi 5,1 persen pada 2026 dan 2027. Kondisi itu terbebani oleh konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan. Lingkungan global menjadi penuh tantangan dan ketidakpastian.

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru meningkat menjadi 5,2 persen pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen. Kondisi berbeda bisa terjadi jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memburuk.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.110–Rp17.160 per dolar AS. Sedangkan dalam sepekan ke depan, rupiah diperdagangkan di rentang Rp17.040–Rp17.200 per dolar AS.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya