Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tembus Rp17.100, Ini Penjelasan Menko Airlangga

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Selasa, 07 April 2026 |18:30 WIB
Rupiah Tembus Rp17.100, Ini Penjelasan Menko Airlangga
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menanggapi terkait kondisi nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.105 per dolar AS pada penutupan perdagangan.

Airlangga menyinggung bukan hanya nilai tukar rupiah yang menurun, tapi juga banyak mata uang negara lain.

“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency (mata uang) lain kan demikian,” kata Airlangga kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026).

Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak sesi perdagangan siang hingga sore hari. Bahkan, pelemahan sempat menyentuh 75 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran Rp17.100 per USD.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah yang saat ini menembus level Rp17.100 per Dolar AS telah masuk dalam hitungan simulasi pemerintah. Menkeu menyatakan bahwa lonjakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur belanja maupun penerimaan negara karena pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario cadangan.

Purbaya menjelaskan bahwa dalam penyusunan anggaran, Kementerian Keuangan tidak hanya terpaku pada satu angka asumsi, melainkan telah menaikkan parameter simulasi ke level tertentu untuk mengantisipasi gejolak pasar.

"Nggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam itungan skenario," ujar Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4/2026).

Meskipun mengakui adanya tekanan pada mata uang Garuda, Menkeu enggan membeberkan angka pasti asumsi Rupiah yang digunakan dalam simulasi terbaru pemerintah guna menghindari spekulasi pasar yang berlebihan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement