Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tertekan ke Rp17.800, Diproyeksi Tembus Rp18.000 Imbas Konflik Timur Tengah

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2026 |13:01 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp17.800, Diproyeksi Tembus Rp18.000 Imbas Konflik Timur Tengah
Nilai tukar rupiah bergerak melemah ke Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak melemah ke Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata Uang Garuda diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan.

Kembalinya gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang menggerus kekuatan mata uang Garuda.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mencermati bahwa fluktuasi negatif ini mulai mengoreksi posisi rupiah sejak perdagangan siang hari. Kendati pasar domestik akan menghadapi hari libur nasional, aktivitas transaksi di pasar global yang tetap berjalan diperkirakan akan langsung menguji ketahanan kurs dalam jangka pendek.

“Kalau saya lihat, Timur Tengah kembali bergolak dan harga minyak naik sehingga membuat rupiah melemah siang ini. Besok walaupun libur, pasar tetap buka dan ketahanan rupiah diperkirakan jebol di Rp17.850. Jumat kemungkinan sesuai prediksi di Rp18.000,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (26/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.20 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 0,26 persen ke level Rp17.789 per dolar AS.

Pelemahan pada siang hari ini sekaligus melanjutkan tren penurunan mata uang domestik sejak sesi pembukaan perdagangan.

Mengutip data perdagangan Bloomberg, mata uang Garuda di pasar spot dibuka di level Rp17.767 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, Selasa (26/5/2026), atau mencatatkan penurunan sebesar 0,13 persen secara harian terhadap dolar AS.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement