"Kalau di luar Middle East butuh waktu 50 hari paling cepat. Jadi kita harus hitung ulang karena rantai pasok pasti akan bertambah panjang," kata Fajar.
Para produsen berhati-hati dalam mengambil risiko bisnis. Fajar menjelaskan, mereka belum menambah stok bahan baku di saat harga sedang tinggi, merujuk pengalaman krisis bahan baku plastik pada 1998 dan 2008.
"Tahun 2008, harga bahan baku plastik bisa sampai 2.100 US Dollar per metrik ton, tapi tiba-tiba turun jadi 1.200. Yang pegang stok rugi besar dan banyak yang tutup. Itu yang dihindari sekarang karena ketidakpastian, kita tidak tahu kapan berubah, dan itu di luar kontrol kita," ujarnya.
Inaplas sedang mengupayakan inovasi proses produksi untuk menghadapi kesulitan pasokan nafta akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Fajar menekankan inovasi perlu diterapkan di sektor hulu dan hilir industri plastik, karena sebagian besar pasokan masih berasal dari kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik.