Sementara untuk di Jakarta sendiri dengan moda transportasi yang sudah cukup lengkap, diproyeksikan kebutuhan biaya untuk menggratiskan angkutan umum sekitar Rp5 triliun pertahun. Angka ini sudah termasuk menggratiskan KRL, MRT, LRT, hingga busway selama setahun.
Adapun jika pemerintah mau menggratiskan angkutan umum di Jakarta, dengan asumsi biaya Rp5 triliun per tahun, maka membutuhkan anggaran Rp416,6 miliar per bulan. Djoko menilai angka ini masih cukup jika dibandingkan dengan APBD DKI.
"KRL itu sekitar Rp1,8 triliun per tahun (kebutuhan menggratiskan KRL). Saya rasa DKI mampu ya, APBD mereka. Kalau dengan LRT, MRT, itu totalnya sekitar Rp5 triliun setahun di Jakarta," tambahnya.
Djoko mengatakan, praktik di berbagai negara transportasi publik paling besar mendapatkan subsidi dari pemerintah. Hal ini agar mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi yang menjadi sumber kemacetan dan penyumbang polusi udara.
(Dani Jumadil Akhir)