Saat ini, Mala membina nasabah di sekitar tiga desa di wilayah Mujur, Praya Timur. Mayoritas dari para nasabah merupakan petani yang membutuhkan dukungan modal untuk menjalankan usaha pertanian.
Melalui perannya, Mala membantu mereka memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Tidak hanya memberikan pinjaman, ia juga turut memberikan arahan agar pengelolaan keuangan mereka tetap sehat.
“Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor. Setelah panen, kami arahkan ke investasi. Jadi, meski utamanya pinjaman, kami juga menawarkan produk lain yang sesuai kebutuhan nasabah,” katanya.
Menariknya, peran Mala tidak berhenti pada akses keuangan saja. Ia juga sering menjadi penghubung antara para petani dengan pelaku usaha lain yang dapat membantu proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang mungkin punya penggilingan, atau ke tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasarannya. Ada juga di sini BRILink Agen yang jualan pupuk dan obat, saya bantu distribusinya ke petani-petani yang membutuhkan. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” tutur Mala.
Selama lebih dari 11 tahun menjalankan peran sebagai Mantri BRI, Mala mengaku merasa bangga dengan profesi yang dijalaninya. Baginya, kebahagiaan terbesar bukan hanya dari kesejahteraan sebagai karyawan, tetapi juga melihat perkembangan para nasabah yang ia dampingi.