Saham MSIN Menguat di Tengah Rencana Secondary Listing di Luar Negeri

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 16 April 2026 12:36 WIB
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo Jelaskan Soal Kenaikan Saham MSIN. (Foto : Okezone.com/Tangkapan Layar)
Share :

JAKARTA – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menjelaskan pergerakan harga saham perseroan yang mengalami kenaikan kumulatif signifikan hingga memicu status Unusual Market Activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, menyampaikan bahwa perseroan menilai volatilitas tersebut sejalan dengan rencana ekspansi global yang tengah disiapkan.

“Manajemen mencermati bahwa pergerakan tersebut terjadi seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap berbagai langkah strategis perseroan, termasuk rencana untuk melakukan secondary listing di luar negeri,” ujar Angela dalam Public Expose Insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).

Angela menambahkan, langkah korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026.

Persetujuan tersebut mencakup perombakan susunan pengurus, penyesuaian laporan keuangan tahun buku 2023 dan 2024, serta perubahan anggaran dasar.

Menurut Angela, pasar memberikan perhatian lebih terhadap langkah strategis MSIN untuk mencatatkan saham di bursa internasional.

“Langkah-langkah korporasi yang sedang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan pencatatan saham di bursa luar negeri dengan tujuan memperluas basis investor, meningkatkan visibilitas perseroan secara global, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” jelasnya.

Di balik langkah strategis tersebut, MSIN mencatat penguatan fundamental keuangan sepanjang 2025. Direktur MSIN, Rudy Hidayat, memaparkan bahwa perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun, tumbuh 18 persen dibandingkan tahun 2024.

Pilar utama pendapatan perseroan berasal dari segmen content IP and others sebesar Rp2,1 triliun, diikuti subscription sebesar Rp869 miliar, dan online advertising sebesar Rp856 miliar.

Pertumbuhan tersebut berbanding lurus dengan efisiensi yang tercermin pada EBITDA perseroan yang mencapai Rp1,03 triliun atau naik 33 persen secara tahunan (year on year).

Laba bersih (net income) pada 2025 tercatat sebesar Rp985 miliar, meningkat 140 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Net income tahun 2025 sebesar Rp985 miliar, naik 140 persen dibandingkan 2024,” kata Rudy.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya