JAKARTA – Produk garmen seperti abaya dan gamis menjadi barang yang paling banyak dikirim jemaah haji Indonesia melalui fasilitas kepabeanan yang disediakan pemerintah, meski pemanfaatannya dinilai masih belum optimal.
Kepala Seksi III Direktorat Teknis Kepabeanan, Cindhe Marjuang Praja, mengatakan tren kiriman barang jemaah haji masih didominasi produk tekstil.
“Kalau kita kategorikan dari 10 besar, yang paling banyak itu garmen, termasuk abaya, gamis, kemudian juga ada sajadah dan karpet,” ujarnya dalam media briefing virtual terkait pelayanan dan fasilitas kepabeanan bagi jemaah haji, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan data Bea Cukai, komoditas garmen lainnya menempati posisi teratas dengan nilai devisa mencapai USD643.920 atau sekitar 32,5 persen dari total kiriman. Disusul karpet sebesar USD391.724 (19,8 persen), serta makanan kering sebesar USD168.241 (8,5 persen).
Selain itu, produk seperti parfum juga tercatat cukup signifikan dengan nilai USD139.342 (7,0 persen).