Bahkan, ia sebelumnya telah mengingatkan agar pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat terkait kebijakan harga BBM.
“Ternyata pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.
Kendati yang dinaikkan adalah harga BBM nonsubsidi, Mufti mengatakan dampaknya tetap dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga menyoroti sulitnya BBM subsidi di sejumlah daerah yang terjadi setelah kebijakan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, hal ini merupakan ironi.
“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.
“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara signifikan,” imbuhnya.