Perempuan Sleman Berdaya lewat Budidaya Lidah Buaya, Ini Kisahnya Tumbuh bersama BRI

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 20 April 2026 15:03 WIB
Budidaya lidah buaya semakin berkembang dengan dukungan BRI. (Foto: dok BRI)
Share :

"Di tahun pertama, kami menanam lidah buaya di lahan seluas 200-300 meter saja. Lalu kami juga banyak belajar ke luar, mengikuti pelatihan, supaya kita bisa membuat inovasi sendiri. Awalnya memang banyak mengalami kegagalan, namun kami terus belajar hingga bisa menghasilkan produk sendiri," kata Nurul.

Setahun setelah kelompok KWT Sumber Boga Tamanan aktif, budidaya lidah buaya mereka semakin berkembang. Kebutuhan lahan pun meningkat karena jumlah tanaman terus bertambah. KWT Sumber Boga Tamanan kemudian mendapatkan kesempatan untuk menggunakan lahan seluas 1.000 meter milik salah satu rumah sakit peninggalan Belanda di wilayah mereka.

Di lahan tersebut, kini terdapat sekitar 900 hingga 1.000 tanaman lidah buaya yang dibudidayakan oleh para anggota KWT. Tanaman inilah yang kemudian menjadi bahan baku utama berbagai produk olahan yang mereka kembangkan, seperti minuman, keripik lidah buaya yang menjadi produk terlaris, permen, hingga sabun. 

Perkembangan usaha KWT Sumber Boga Tamanan semakin terasa sejak kelompok ini terlibat dalam program Klasterku Hidupku dari BRI. Keterlibatan tersebut bermula ketika Desa Tamanmartani mengikuti program Desa BRILiaN dari BRI pada 2024.
 

KWT Sumber Boga Tamanan di Sleman tumbuh bersama BRI. (Foto: dok BRI)

Dalam prosesnya, KWT Sumber Boga Tamanan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan dukungan lebih luas dari BRI. Selain mendapatkan akses pembiayaan usaha, KWT Sumber Boga Tamanan juga memperoleh berbagai pelatihan yang membantu meningkatkan kapasitas anggota. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya