Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komisaris Pertamina Apresiasi Keberhasilan Program DEB Uma Palak Lestari

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |13:13 WIB
Komisaris Pertamina Apresiasi Keberhasilan Program DEB Uma Palak Lestari
Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. (Foto: dok Pertamina)
A
A
A

DENPASAR UTARA – Pertamina terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB adalah salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Uma Palak Lestari menjadi bagian binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) yang sukses mewujudkan DEB. Subak ini berlokasi di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.

Guna melihat langsung keberhasilan TJSL tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang dan Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono melakukan kunjungan ke lokasi program DEB, Sabtu (30/5). Kunjungan tersebut didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, dan jajaran manajemen Pertamina.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Komisaris meninjau berbagai fasilitas program sekaligus melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

Sebelumnya, masyarakat dihadapkan pada keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang yang menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani. Program DEB hadir merespons kondisi tersebut melalui pengembangan pertanian pangan berkelanjutan yang didukung pemanfaatan energi baru terbarukan, sekaligus pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata.

Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan dengan pembangkit yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kWp. Pemanfaatan energi bersih ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun. Sistem tersebut telah mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement