KFC Masih Rugi Rp369 Miliar di 2025, Tutup Puluhan Gerai

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 20 April 2026 13:31 WIB
KFC Masih Rugi Rp369 Miliar di 2025, Tutup Puluhan Gerai (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Emiten pengelola KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat rugi bersih Rp369 miliar sepanjang 2025. Rugi KFC ini turun sekira 54 persen jika dibandingkan 2024 yang mencapai Rp798 miliar. Tidak hanya masih rugi, KFC juga tercatat menutup puluhan gerai sepanjang 2025. 

KFC mencatat pendapatan Rp4,88 triliun pada 2025. Segmen makanan dan minuman mendominasi pendapatan sebesar Rp4,87 triliun atau 99,8 persen dari total pendapatan. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Untuk total aset perseroan naik menjadi Rp4,94 triliun dari Rp3,52 triliun pada 2024. Sementara, FAST memperoleh komisi atas penjualan konsinyasi terkait CD dan musik digital Rp16,9 miliar, turun dibandingkan 2024 sebesar Rp19,6 miliar. Kemudian ada juga pendapatan dari jasa layanan antar sebesar Rp2,25 miliar, tumbuh 18 persen.

Meski pendapatan tak berubah, KFC berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 1,8 persen menjadi Rp1,99 triliun. Hal ini mendorong laba kotor naik tipis 1,6 persen menjadi Rp2,89 triliun.

Selain itu, perseroan juga gencar melakukan efisiensi operasional seperti beban penjualan dan distribusi (-4 persen) serta beban umum dan administrasi (-4 persen). Berkurangnya beban itu juga sejalan dengan jumlah gerai yang turun dari 715 menjadi 690 gerai. 

Sementara untuk total pekerja di grup perseroan, tercatat mengalami penurunan. Hingga 31 Desember 2025, FAST mempunyai 11.664 karyawan, turun dari posisi akhir 2024 yakni sebanyak 13.106 karyawan.

 

Penurunan signifikan terjadi pada pos beban operasi lain sebesar 70 persen menjadi 83 miliar dan menghasilkan pendapatan operasi lain sebesar Rp156 miliar, naik 149 persen. Perbaikan tersebut terkait dengan penurunan kerugian kredit ekspektasi piutang.

Rugi operasional turun tajam hingga 60 persen menjadi Rp312 miliar. Rugi tahun berjalan secara konsolidasi juga ikut turun menjadi Rp369 miliar dengan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp366 miliar.

Perbaikan pada laporan laba rugi juga tercermin dari arus kas yang membaik, sehingga posisi kas dan setara kas naik 126 persen menjadi Rp147 miliar. 

Arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 37 persen menjadi Rp204 miliar. Sementara, utang perseroan secara neto meningkat sebesar Rp959 miliar. Kenaikan utang ini membuat kas naik dan belanja modal meningkat tajam hampir empat kali lipat menjadi Rp812 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya