JAKARTA – Meski Selat Hormuz telah kembali dibuka oleh otoritas Iran, dua kapal milik PT Pertamina (Persero) hingga kini masih belum dapat melintas dan masih berada di kawasan tersebut. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan upaya diplomasi dan koordinasi agar kapal dapat segera keluar dengan aman.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, pemerintah masih melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran pelayaran kapal Indonesia di jalur strategis tersebut.
“Pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini,” ujarnya.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi dalam negeri. Berikut fakta-fakta menarik terkait kapal Pertamina di Selat Hormuz, Senin (20/4/2026):
Dua kapal yang masih tertahan tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Kedua kapal itu mengangkut minyak dan gas untuk kebutuhan energi dalam negeri.