“Dan sebenarnya kalau mau disampaikan oleh Pak Presiden, ini sudah kelihatan nyata sebenarnya. Enggak perlu kita lupakan data-data ini, data-data bukan dari kita tapi dari BPS yang benar-benar tidak bisa benar-benar menghitung banyak produksi,” tegas Ketut.
Dengan kondisi ketersediaan yang melimpah ini, pemerintah fokus untuk terus menjaga stabilisasi harga di tingkat konsumen serta memastikan kelancaran distribusi agar sisa stok yang ada dapat terkelola dengan baik demi kepentingan nasional.
(Taufik Fajar)