"Di beras itu hampir sekitar Rp300 per pilihan yang benar-benar dampaknya. Tapi di gula, relatif lebih sedikit, sekitar Rp100-150an. Itu pun paling kasar," jelas Ketut.
Ketut menekankan bahwa pelaku usaha di dalam negeri tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Saat ini, para produsen bersama Kementerian Perdagangan sedang giat mencari alternatif pasokan bahan baku dari negara-negara lain, termasuk Rusia.
"Langkah daripada pelaku usaha kan gak diam, dia akan mencari, dan sudah akan mencari peluang-peluang apakah di seberang, apakah dari Rusia, apakah dari produsen-produsen pasokan plastik itu. Itulah sebenarnya sumber-sumber pasokan plastik yang akan hitung," tegasnya.
Pemerintah berharap upaya diversifikasi sumber pasokan ini dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Langkah antisipatif ini diambil agar fluktuasi biaya logistik dan pengemasan tidak dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga pangan di pasar.
(Taufik Fajar)