Keyakinan S&P terhadap Indonesia kabarnya semakin menguat karena cara penyampaian pemerintah yang dinilai lugas dan meyakinkan. Pihak S&P bahkan mengundang Menkeu untuk menghadiri acara resmi mereka yang akan digelar di Jakarta pada bulan Mei mendatang.
"Mereka mengundang saya untuk menghadiri acara yang akan S&P di bulan Mei. Tahun ini ya. Saya tanya, acara di mana? Di Jakarta. Yaudah saya datang. Jadi hubungan kita dengan S&P baik. Dan mereka juga terbuka. Apa yang harus kita perhatikan, segala macam," kata Purbaya.
Meski mendapatkan penilaian positif, Purbaya tidak ingin bersantai. Ia menjadikan catatan-catatan dari S&P sebagai acuan untuk membenahi program-program internal kementerian, terutama mengenai rasio pembayaran utang terhadap pendapatan negara.
Salah satu fokus utama yang akan dikejar pemerintah adalah optimalisasi penerimaan pajak untuk memperkuat struktur fiskal nasional.
"Tetap, mereka akan melihat kita on regular basis kan. Kalau untuk saya sih bagus aja. Kenapa? Sekalian juga saya bisa beresin program-program yang macet-macet, kita jalanin sesuai dengan concern dari S&P ya. Antara lain salah satu concern-nya yang sering Anda tanya kan, rasio pembayaran utang ke income-nya. Kan saya akan betulin pajaknya," pungkas Purbaya.
(Taufik Fajar)