Dirut Bank Mandiri Ungkap Tantangan Perbankan di 2026

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 21 April 2026 21:18 WIB
Bank Mandiri (Foto: Okezone)
Share :

“Di saat yang sama kami juga menjaga kualitas pertumbuhan melalui penyaluran kredit yang selektif ke sektor-sektor yang prospektif dan resilient, serta monitoring portfolio secara ketat serta stress testing secara berkala,” ungkapnya.

Meski menghadapi tantangan berat, Bank Mandiri optimis kualitas asetnya tetap kokoh. Per Maret 2026, bank berkode saham BMRI ini berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di level 0,98 persen dengan NPL coverage ratio mencapai 245 persen.

Perseroan juga menyiapkan bantalan permodalan yang tebal guna menghadapi berbagai skenario ekonomi di masa depan.

“Pada saat yang sama kami juga menjaga buffer permodalan yang kuat dengan CAR di atas 19 persen untuk menghadapi berbagai skenario tantangan ke depan,” imbuh Riduan.

Dalam menghadapi dinamika suku bunga, Bank Mandiri memilih untuk fokus pada penguatan struktur pendanaan, khususnya dana murah (CASA) yang berasal dari transactional banking. Strategi ini dijalankan melalui akselerasi transaksi nasabah di ekosistem digital guna mendorong pertumbuhan fee-based income yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Riduan menegaskan komitmen bank dalam mendukung agenda strategis pemerintah, termasuk pembiayaan sektor UMKM.

“Dengan fundamental yang kuat, Bank Mandiri optimis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran sebagai agent of development bagi pembangunan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya