Sementara itu, Direktur Utama JIEP Satrio Witjaksono menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperluas jejaring kemitraan global dan mempercepat realisasi investasi di kawasan.
“JIEP tidak hanya menawarkan kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem terintegrasi yang tengah bertransformasi menjadi kawasan industri modern berbasis teknologi, berkelanjutan, dan terkoneksi dengan sistem transportasi publik. Kami mengundang para investor untuk bersama-sama membangun masa depan industri dan urban Jakarta,” ujar Satrio.
Lebih lanjut, PT JIEP saat ini tengah mengembangkan masterplan 25 tahun yang mencakup transformasi kawasan seluas ±433 hektare menjadi Integrated Hi-Tech Industrial and Innovation District. Peluang investasi yang ditawarkan meliputi pengembangan Transit Oriented Development (TOD), pembangunan Modern Smart Warehouse, serta pengembangan kawasan mixed-use yang terintegrasi dengan infrastruktur digital dan transportasi publik.
Sebagai kawasan industri pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1973, PT JIEP memiliki posisi strategis di Jakarta Timur dengan akses langsung ke pelabuhan, bandara, serta jaringan transportasi utama. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Holding BUMN Danareksa, JIEP menawarkan kepastian investasi melalui tata kelola profesional, kemudahan perizinan, serta dukungan regulasi yang terintegrasi.
(Feby Novalius)