Begini Dampak Konflik Timur Tengah Bagi Ekonomi RI

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 16:37 WIB
Ekonomi RI (Foto: Okezone)
Share :

Di sektor fiskal, lonjakan harga minyak di atas asumsi APBN berpotensi meningkatkan beban subsidi secara signifikan. Tambahan beban ini diperkirakan bisa mencapai Rp200 triliun, sementara peningkatan penerimaan negara tidak cukup untuk menutupinya.

Kondisi tersebut berisiko mendorong defisit fiskal mendekati bahkan melampaui batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

Sementara itu, dari sisi inflasi, dampak kenaikan harga minyak sejauh ini masih tertahan oleh kebijakan subsidi. Namun risiko tetap ada jika pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM.

“Dampaknya relatif tertahan oleh subsidi, namun tetap berisiko meningkat secara signifikan jika terjadi penyesuaian harga BBM subsidi, dengan potensi tambahan inflasi >2–3%,” kata dia.

Dia menambahkan, tekanan inflasi juga bisa diperparah oleh kondisi sosial, seperti melemahnya kelas menengah dan rendahnya kepercayaan pelaku usaha.

Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai masih memiliki bantalan jangka pendek. 

Pertumbuhan ekonomi pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2 persen, didukung kebijakan fiskal yang ekspansif.

“Namun, risiko utama terletak pada durasi shock energi, di mana semakin lama konflik berlangsung, semakin besar tekanan kumulatif terhadap stabilitas makroekonomi,” tuturnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya