JAKARTA - Akses investasi saham Indonesia kini semakin terintegrasi dengan berbagai kelas aset dalam satu platform digital. Pengguna dapat mengelola portofolio yang mencakup saham domestik, saham Amerika Serikat, aset kripto, emas digital, hingga reksa dana dalam satu ekosistem yang sama.
Langkah ini memungkinkan investor untuk bertransaksi lebih dari 950 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk emiten seperti BBCA, BBRI, BREN, dan GOTO, tanpa harus berpindah aplikasi untuk mengelola aset yang berbeda.
Integrasi tersebut dirancang untuk menyederhanakan proses pengelolaan investasi yang selama ini cenderung tersebar di beberapa platform. Investor dapat melakukan penyesuaian portofolio lintas aset, termasuk antara instrumen domestik dan global, dalam satu sistem terpadu.
Fitur yang disediakan juga mencakup skema biaya transaksi yang kompetitif, termasuk promo biaya tertentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Selama ini, ada jarak antara pasar modal domestik dan peluang diversifikasi global. Kami hadir untuk menutup kesenjangan itu,” ujar Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, Sabtu (25/4/2026).
Dia menyampaikan bahwa integrasi saham Indonesia ke dalam platform tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan investasi lintas aset. Saat ini, perusahaan mencatat memiliki sekitar 13 juta pengguna terdaftar.
Peluncuran fitur ini terjadi di tengah pertumbuhan pasar modal Indonesia dan meningkatnya jumlah investor ritel. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah Single Investor Identification (SID) menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan komposisi indeks global serta meningkatnya partisipasi investor domestik turut mendorong kebutuhan akan akses investasi yang lebih luas dan terintegrasi.
Dari sisi kepatuhan, platform tersebut menyatakan bahwa seluruh layanan berada di bawah pengawasan otoritas terkait, dengan produk dan layanan tertentu yang disediakan oleh entitas dalam grup berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan/atau Bank Indonesia (BI).
(Feby Novalius)