"Tadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, pada prinsipnya stok barang ada, tidak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik naik," lanjutnya.
Meski demikian, Mendag optimistis kondisi ini dapat segera diatasi. Menurutnya, stabilitas harga tidak hanya bergantung pada produksi minyak goreng, tetapi juga pada kelancaran distribusi bahan kemasan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras kepada produsen minyak goreng yang menaikkan harga di atas ketentuan pemerintah. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan.
"Suruh saja naikkan, saya turun tangan nanti. Beritahu mereka, produsen minyak goreng yang bermain-main, saya cek. Bila melanggar regulasi, saya tindak, bersama Satgas," katanya.
Tak hanya produsen minyak goreng, Mentan juga meminta para pelaku impor untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan, terutama di tengah situasi geopolitik global yang memanas dan berdampak pada rantai pasok.