Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Dunia USD100, Indonesia Pastikan Aman dari Krisis Energi

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |11:45 WIB
Harga Minyak Dunia USD100, Indonesia Pastikan Aman dari Krisis Energi
Tekanan global terhadap sektor energi akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta kegagalan perundingan damai di Islamabad. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi global.

Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya tekanan global terhadap sektor energi akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta kegagalan perundingan damai di Islamabad, Pakistan, yang tidak mencapai kesepakatan.

Anggota DPR RI M. Sarmuji menilai langkah cepat pemerintah perlu didukung karena situasi global saat ini tidak mudah.

“Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Dalam kondisi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia benar-benar bekerja keras, bahkan bisa dikatakan banting tulang, untuk memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi,” ujar Sarmuji, Selasa (14/4/2026).

Tekanan global tercermin dari lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus USD100 per barel. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak jenis Brent dan WTI bahkan berada di kisaran USD102 hingga USD106 per barel akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global—semakin memperparah kondisi pasar energi.

Dalam skenario terburuk, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga mendekati USD150 per barel jika konflik terus bereskalasi dan pasokan terganggu lebih jauh.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement