Sarmuji menegaskan kondisi ini membuat upaya mencari alternatif pasokan energi menjadi semakin sulit.
“Dalam situasi normal saja, mencari sumber pasokan energi alternatif bukan hal mudah. Apalagi dalam kondisi global seperti sekarang, ketika banyak negara berebut sumber energi yang sama. Karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial. Menteri ESDM bahkan harus melobi banyak negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, hingga Afrika, termasuk Rusia, untuk mengamankan stok energi nasional,” ujarnya.
Krisis ini, lanjut dia, bahkan disebut sebagai salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah, dengan dampak langsung terhadap inflasi global, distribusi energi, hingga potensi krisis ekonomi di berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, Sarmuji menilai pemerintah Indonesia telah mengambil langkah antisipatif, mulai dari menjaga stok energi nasional, mengamankan rantai pasok, hingga memperkuat diplomasi energi dengan berbagai negara mitra.
“Langkah Presiden dan Menteri ESDM bukan sekadar respons biasa, melainkan strategi untuk memastikan Indonesia tidak terjebak dalam krisis energi global yang dapat berdampak luas terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” katanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.