Menurutnya, kondisi tersebut membuat transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai lebih efisien sekaligus berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional.
Sebaliknya, lanjut dia, minyak dan gas masih sangat bergantung pada dinamika pasar global sehingga penerapan transaksi menggunakan rupiah menjadi lebih kompleks.
“Dengan demikian, penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)