Produksi Migas PHI Lampaui Target di Kuartal I-2026

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 26 April 2026 16:30 WIB
Produksi Migas PHI Lampaui Target di Kuartal-2026 (Foto: Ilustrasi Pertamina Hulu)
Share :

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) di atas target pada kuartal I-2026. Produksi migas PHI bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola aset hulu migas di Kalimantan ini didorong kontribusi lapangan utama serta upaya eksplorasi dan pengeboran baru untuk mendukung target swasembada energi.
 
Senior Manager Relations PHI Handri Ramdhani mengatakan, produksi minyak melampaui target yang ditetapkan. Realisasi produksi mencapai 60.300 barel per hari dari target 49.400 barel per hari (bph) atau sekitar 122 persen pada periode Januari-Februari 2026. Sementara itu, produksi gas mencapai 606.000 MSCFD, dari target 583.000 MSCFD atau sekitar 104 persen.

“Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Perusahaan berhasil mencatatkan produksi minyak di atas target, dengan realiasi lebih dari 120 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan untuk produksi gas realisasi sekitar 104 persen di atas target,” ungkapnya saat Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (Baso Iga PHI) di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). 

Pada 2025 produksi minyak PHI mencapai 58.000 bph dari target 56.000 bph atau 104 persen dari target. Sementara untuk gas, realisasi 2025 sebesar 630.000 MSCFD, dari target 629.000 MSCFD.

PHI melalui anak-anak perusahaannya, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, serta PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur mengelola operasi hulu migas di wilayah Kalimantan. PHI pun mengelola aset-aset PT Pertamina EP dan PHE di wilayah ini.

Produksi Migas PHI
 

Perusahaan menyadari bahwa situasi geopolitik akhir-akhir yang menimbulkan ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas yang tinggi. Dirinya pun mengapresiasi dukungan media selama ini dan menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan kolaboratif agar tercipta dukungan publik terhadap operasi dan produksi migas yang berperan strategis bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional. 

“Kami berharap silahturahmi yang telah dibina selama ini menjadi kolaborasi dan sinergi untuk operasi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Sinergi yang solid dapat turut menjaga keberlanjutan operasional dan kontribusi industri hulu migas terhadap ketahanan energi nasional dan kesejahteraan bangsa. 

Sementara itu, Manager Communication, Relation & CID (CRC) PHI Dony Indrawan, memaparkan materi “Tips Sukses Mengelola Perubahan dalam Kehidupan” dengan menjelaskan tahapan melewati proses transisi untuk mengelola perubahan. 

Proses transisi tersebut terdiri dari empat tahapan, yakni Memahami ketakutan, Menguji harapan dan keyakinan, Mengeksplorasi kendali dan pilihan, Meminta informasi dan peluang dari pihak terkait, serta Tetap memelihara diri.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya