Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah) yang melibatkan masyarakat sekitar, di mana 86 anggota bank sampah melakukan penyetoran yang diganjar rupiah untuk setiap kilogram sampah yang disetorkan.
Lebih dari sekadar usaha, Amaliyah juga menjadikan kegiatan ini sebagai ladang berbagi dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk dhuafa dan anak yatim.
Dengan penuh haru, ia mengungkapkan dirinya tidak pernah menyangka berada di tahap sekarang.
"Awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain.”
Sekretaris Perusahaan PNM, L Dodot Patria Ary menambahkan, apa yang dilakukan Amaliyah adalah gambaran nyata dari semangat yang ingin terus PNM tumbuhkan.